Kamis, 16 Februari 2012

Delapan kado indah



Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang anda sayangi
1.      Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat telepon, sms, surat, foto dan faks. Namun dengan berada disampingnya, anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.
2.      Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang  lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Tidak harus berupa diskusi atau  penilaian, sekedar ucapan terimakasih saja akan terdengar manis baginya.
3.      Diam
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberi “ruang”.
4.      Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki dan mengatur. Memberi kebebasan adalah memeberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.  
5.      Keindahan
Selain keindahan penampilan pribadi, inner beuti juga akan memberikan hadiah indah yang akan membekas abadi
6.      Tanggapan positif
Tanpa sadar kita sering memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya ada pada kita. Ucapan terimakasih, permohonan maaf dan pujian adalah kado indah yang sering terlupakan.
7.      Kesediaan mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan  sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
8.      Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman yang diberikan dengan tulus bisa mencairkan hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga bisa menularkan kebahagiaan kita kepada orang lain. Hadiahkanlah senyuman terindah kepada orang yang anda sayangi

buku motivation,,,dengan sedikit editan (^_^)
Istana pribadiku...small palace
Parepare, 16 februari 2012 pkl. 23.58

rpp berkarakter


Tugas : Pengantar Pendidikan
Dosen mata kuliah :  Prof. Siri Dangnga


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
STOIKIOMETRI


 











Disusun Oleh :

Sri Mahligai R  (21110135)









Program Akta IV Angkt. LX
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Parepare
2012


RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
STOIKIOMETRI-2
(Hukum-Hukum Dasar Kimia)

Mata Pelajaran          :  Kimia
Kelas / Semester        :  X / 1
Standar Kompetensi :  2.     Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya         dalam perhitungan kimia (Stoikiometri)
Kompetensi Dasar    :  2.2    Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-                  hukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.

I.    Indikator Pencapaian Kompetensi: 
(1)      Membuktikan hukum lavoisier melalui percobaan
(2)      Membuktikan hukum Proust melalui percobaan
(3)      Menganalsis senyawa untuk membuktikan berlakunya hukum kelipatan perbandingan (Hukum Dalton)
(4)      Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (Hukum gay Lussac)
(5)      Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro.

II.  Tujuan:
     Siswa dapat,
(1)      Membuktikan berlakunya hukum Lavoisier.
(2)      Membuktikan berlakunya hukum Proust.
(3)      Menganalisis data untuk membuktikan berlakunya hukum Dalton.
(4)      Menggunakan data untuk membuktikan berlakuknya hukum Gay Lussac.
(5)      Menggunakan data untuk membuktikan berlakunya hukum Avogadro.
  Karakter siswa yang diharapkan  : 
§   Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan
  Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 
§   Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil.

III.    Materi Ajar       : 
Hukum-hukum dasar kimia
  • Hukum Lavoisier
  • Hukum Proust
  • Hukum Dalton
  • Hukum Gay Lussa
  • Hukum Avogadro

IV.    Metode pendekatan:
  • Ceramah / penyampaian informasi.
  • Praktik
  • Diskusi
  • Penugasan

V.          Alokasi waktu
            4 Jam pelajaran

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·        Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia
·        Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikakn hukum Lavoisier dan hukum Proust di laboratorium
·        Mendiskusikan data percobaan untuk membuktikan hukum Dalton, Hukum Gay Lussac, dan hukum Avogadro dalam diskusi kelompok di kelas
·        Siswa dapat Membuktikan hukum Lavoisier melalui percobaan
·        Siswa dapat Menganalsis senyawa untuk membuktikan berlakunya hukum kelipatan perbandingan (Hukum Dalton)

Jumat, 24 Juni 2011

Hai Nil, mengalirlah

Mesir jatuh ke dalam pelukan Islam. Amru bin ‘Ash r.a. ditetapkan Khalifah Umar bin Khaththab sebagai Gubernur di sana. Suatu hari di hari pertama di bulan dalam sistem penanggalan masyarakat setempat, orang-orang datang menemui Amru bin ‘Ash.
Juru bicara mereka berkata, “Wahai Amirul mukminin, Sungai Nil di tempat kami punya kebiasaan tidak mau mengalirkan air kecuali permintaannya dipenuhi.”
“Apa permintaannya?” tanya Amru bin ‘Ash.
“Kalau sudah tanggal 11 bulan ini, kami biasa mencari seorang anak gadis. Setelah kami menjadikan kedua orang tuanya senang dan ridha, maka kami menyuruh gadis itu berdandan dan berhias seelok mungkin. Lalu kami melemparnya ke Sungai Nil sebagai tumbal,” papar mereka.
Amru bin ‘Ash memotong, “perbuatan itu dilarang oleh Islam dan Islam melenyapkan ajaran buruk sebelumnya.”
Karena tidak ada solusi, para penduduk Mesir yang menetap di sekitar Sungai Nil memutuskan untuk menetap sementara seperti biasa. Bila air Sungai Nil tidak mengalir, mereka berencana pindah ke wilayah lain.
Melihat keadaan itu, Amru bin ‘Ash berkirim surat kepada Khalifah Umar bin Khaththab di Madinah. Amru melaporkan peristiwa yang dihadapinya dan meminta nasihat kepada Umar apa yang mesti ia lakukan.
Umar membalas surat Amru. Dalam suratnya Umar menulis, “Tindakanmu benar. Islam memang menghapus kebiasaan buruk sebelumnya. Aku telah mengirim kertas khusus untuk engkau lempar ke Sungai Nil.”
Surat Umar sampai ke tangan Amru. Amru membaca isi surat khusus yang ditulis Umar untuk Sungai Nil. “Dari hamba Allah, Umar Amirul Mukminin untuk Nil penduduk Mesir. Amma ba’du. Jika engkau mengalir karena kemauanmu, janganlah engkau mengalir. Tetapi bila engkau mengalir karena diperintah oleh Allah, maka aku meminta kepada Allah Yang Mahaesa lagi Maha Perkasa agar menjadikanmu mengalir.”
Kertas itu dilempar Amru bin ‘Ash ke Sungai Nil sehari sebelum hari raya Nasrani. Saat itu penduduk Mesir tengah bersiap-siap pindah ke negeri lain karena Sungai Nil yang menjadi sumber penghidupan mereka berhenti mengalirkan air.
Setelah surat Umar dilempar, keesokan harinya, di pagi hari di hari raya Nasrani, air Sungai Nil telah mengalir dengan ketinggian 7 meter lebih hanya dalam waktu semalam. Sejak itu adat buruk masyarakat Mesir melempar tumbal seorang gadis hidup-hidup ke tengah Sungai Nil berhenti.
Peristiwa ini tercatat dalam Tafsir Ibnu Katsir (3/480), Tafsir Al-Qurthubi (13/70-71), Tafsir Fakhrur Razi (21/74-75), Tarikh Al-Khulafa karya Asy-Syuyuti, Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al-Kubra karya As-Subkiy, dan kitab-kitab masyhur lainnya.

Senin, 23 Mei 2011

Kematian Sebuah Misteri

 oleh Yoyoh Yusroh Full pada 24 Mei 2011 jam 10:38

(Artikel terakhir yang ditulis oleh Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk sebuah majalah)

Siapapun manusia didunia ini, baik ulama, cendikiawan, dokter, psycholog, para normal atau apapun statusnya tidak akan tahu kapan hari, jam,  dan tanggal kematiannya. Karena kematian seseorang merupakan hak prerogative Allah SWT yang tidak pernah diumumkan kepada manusia.

Untuk para hamba yang memiliki pemahaman seperti ini, ia akan selalu siaga untuk menghadapi hari kematiannya dengan berbagai amal yang diridhoi Allah SWT. Siaga menghadapi kematian melebihi kesiagaan dalam hal lain. Misalnya saat ini banyak orang melakukan siaga bencana, siaga perang, siaga banjir dan siaga-siaga lainya tapi luput programnya dari siaga kematian. Padahal kematian adalah sebuah misteri, ia akan merenggut siapa saja didunia ini dengan tidak mengenal usia. Bukan hanya orang tua, tetapi anak muda, remaja bahkan bayi sekalipun dapat meninggal tanpa diprediksi. Kematian juga tidak mengenal apakah orang itu sakit atau sehat, karena  terbukti orang yang sehat, segar dan bugar juga bisa mengalami mati mendadak.
Kematian juga tidak selalu  dialami seseorang secara sendirian, karena bila Allah SWT menghendaki kematian bisa dialami oleh sebuah komunitas, atau suatu bangsa di suatu daerah , atau suatu wilayah atau suatu negara dalam jumlah yang sangat menakjubkan. Contoh peristiwa gempa bumi di Padang Sumatera Barat  atau Tsunami di Aceh dan yang terakhir di Jepang.

Sebagai seorang muslim kematian yang didambakan adalah mati syahid dalam membela agama Allah SWT, mempertahankan hak seperti yang dilakukan oleh saudara kita yang ada di Palestina saat ini dalam melawan Israel yang mengambil tanah mereka, menguasai masjid Al Aqsa dan berbagai hak hidup mereka. Namun karena kematian sebuah misteri tidak semua mereka yang berjuang mendapat karunia syahadah seperti yang di harapkan.

Ada juga  yang mengharapkan kematian  setelah melakukan ibadah seperti setelah selesai sholat, setelah berbuka puasa atau setelah selesai melaksanakan ibadah  haji,atau ibadah-ibadah lainnya.  Banyak harapan mereka yang dikabulkan Allah SWT.  Rita seorang aktifis dakwah di kota Tangerang teman saya menceritakan bahwa pada bulan Ramadhan tahun 2009 seorang bapak bernama Ahmad ikut  sholat tarawih. Setelah selesai sholat dan sedang berdzikir, ia terjatuh dan kemudian  meninggal dunia.  Cerita lain tentang  seorang ibu yang baru selesai berbuka kemudian terjatuh dan segera dilarikan kerumah sakit. Tak lama kemudian ia  meninggal dirumah sakit.

Ada lagi peristiwa  yang  sangat memilukan. Seorang ibu yang baru selesai menunaikan ibadah haji  meninggal di pesawat GA 981. Ketika ia menaiki tangga,  pas di anak tangga yang terakhir dekat pintu ia terjatuh dalam posisi duduk. Kebetulan penulis duduk di dekat pintu sehingga terlihat  jelas bagaimana ia terjatuh dan dibantu suaminya untuk duduk. Ia terlihat sangat lemah , sehingga dibaringkan dan di gotong oleh teman-temannya sesama jamaah haji dari Solo. Saat digotong  dan lewat di hadapan  penulis, penulis  berdiri dan sempat memegang kakinya yang  terasa sangat dingin. Kemudian pramugari melalui pengeras suara menanyakan siapa penumpang  yang dokter. Ia mohon bantuannya untuk menolong pasien yang sedang sakit. Ternyata ada dua dokter laki laki dan perempuan yang siap menolong, kemudian agak ramai mereka mondar mandir karena posisi duduk ibu Hartati-nama ibu itu-  di kelas ekonomi agak rumit untuk mendapat bantuan. Akhirnya kebijakan crew pesawat ibu Hartati di pindahkan ke kelas bisnis untuk memudahkan pengurusannya.

Setelah pesawat take off beberapa menit dan suasana agak tenang, masing masing petugas duduk kembali ke kursi masing masing. Penulis mencoba melihat ibu Hartati di tempatnya, ternyata beliau tidur mendengkur disebelah suaminya. Tidak lama kemudian  terlihat suasana yang agak ribut.  Ternyata ibu Hartati sudah meninggal. Ia meninggal  dalam posisi duduk.  Terpikir oleh penulis tidak mungkin selama 9 jam mayat bisa bertahan duduk di kursi. Akhirnya setelah musyawarah dengan crew pesawat jenazah ibu Hartati  diletakkan dibelakang barisan kursi bisnis terakhir dengan beralaskan plastik. Hal ini menjadi PR bagi penulis untuk memberi masukan kepada pihak penerbangan. Ketika rapat kerja bulan Mei 2010  dengan pengelola maskapai Garuda di komisi VIII yang membincang masalah biaya penerbangan haji,  penulis sampaikan kepada Dirut Garuda pak Emir Sattar  bahwa penerbangan harus selalu mempersiapkan KIT untuk jenazah berupa kantong mayat, karena sangat mungkin dalam penerbangan jauh atau dekat ada seseorang yang tiba ajalnya. Saat itu beliau mengaminkan, dan mudah-mudahan sekarang sudah  direalisasikan.

Itulah kematian yang merupakan hak  penuh Allah  SWT,  yang tidak bisa di duga oleh siapapun. Ia adalah لا يستاءخرون ساعة ولايستقدمون..... Tidak bisa ditunda sedikitpun atau di percepat. Wallahu  a'lam bis showwab.



Madinah Almunawwarah
23/04/2011
Yoyoh Yusroh

Minggu, 08 Mei 2011

kertas kusam yang sangat bermakna

catatan ini kutemukan diantara tumpukan bukuku,sudah sangat kusut, berdebu,,,membacanya mengingatkanku  kejadiannya di tahun 2007,,,ada acara dirumah seorang ustadz,, s bersama dengan beberapa teman kesana,stalh bantu bersih2...kami istrahat,,, ada yang menarik perhatianku, sebuah benda besar terpajang didinding diruang tengah rumah ustadz..kusajikan disini dengan mengedit sedikit (sedikitji) semaga bs menjadi inspirasi buat kt smua

kami rindu zaman ketika liqo adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan
kami rindu zaman ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan, beban apalagi paksaan
kami rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan bukan keraguan apalagi kecurigaan
kami rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan bukan tuntutan apalagi hujatan
kami rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan susdzon atau menjatuhkan
kami rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan dan terlambat adalah kelalaian
kami rindu zaman ketika akan pergi liqo membawa infaq, alat tulis, buku catatan dan terjemahan ditambah sedikit hafalan
kami rindu zaman ketika seorang binaan menangis karena tidak bisa hadir liqo
kami rindu zaman ketika seorang ikhwan berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya
kami rindu zaman itu,,,,kami rindu
ya Rabbana
jangan Engkau buang kenikmatan berdakwah dari hati-hati kami
jangan Engkau jadikan hidup ini hanya berjalan ditempat yang sama